Yatta!

The last monthly discussion meeting with Sensei.

Happy yet sad, since I think I will miss this moment. 

I will miss Sensei’s office door
I will miss saying “Shitsureishimasu” with Nagisa
I will miss asking Sensei “おげんきですか?”
I will miss Sensei’s rare tea
I will miss sit in those chair, every month
I will miss peeking at Sensei’s book shelf
I will miss everything we had talked. 


I will surely miss both of you, 
Sensei and Nagisa

🍃🍁🍂🌾🌿🍀🌹🌻🍄🌵🌳🌲🍃

Yatta!

The last monthly discussion meeting with Sensei.

Happy yet sad, since I think I will miss this moment.

I will miss Sensei’s office door
I will miss saying “Shitsureishimasu” with Nagisa
I will miss asking Sensei “おげんきですか?”
I will miss Sensei’s rare tea
I will miss sit in those chair, every month
I will miss peeking at Sensei’s book shelf
I will miss everything we had talked.


I will surely miss both of you,
Sensei and Nagisa

🍃🍁🍂🌾🌿🍀🌹🌻🍄🌵🌳🌲🍃

Edisi Spesiyal menyambut RAMADHAN 


Tulisan ini didekasikan atas permintaan sahabat sekaligus teman makan bakso saya (hehe ✌️) 

Sahabat, alhamdulillah ya, kita masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk bersua lagi dengan Ramadhan. Bulan yang kami tunggu-tunggu tiap tahun.

Sahabat, hampir 10 bulan saya “mencicip” hidup di negara orang. Negara yang saya impikan dari usia SD. Namun, betapa sebenarnya mendapatkan kesempatan untuk hidup sementara disini, ternyata bukanlah hanya kenikmatan belaka yang saya rasakan. 

Belajar di negara orang, sebagai minoritas, banyak tantangan dan cobaan. 
Mulai dari budaya yang jauh sangat beda, sampai pada tantangan dimana saya mempertanyakan keyakinan saya. Jujur, seriiiing sekali saya mempertanyakan, apakah keyakinan saya adalah keyakinan yang paling benar? 

Beragam kelas dan dialog dengan teman-teman, baik dari sesama maupun beda keyakinan. Dari pertanyaan-pertanyaan sensei dan teman kepada saya, saya sering harus memutar otak keras, berusah mencari jawaban yang paling memuaskan untuk mereka dan tentunya jawaban yang jujur sebenar-benarnya. 

Dari situ saya belajar. Awalnya saya belajar karena saya malu tidak bisa menjawab ketika ditanya mengenai keyakinan saya sendiri. Akhirnya saya sambil refleksi diri. Ternyata buanyaaaaaaaak sekali ilmu yang saya tidak ketahui, bahkan tentang keyakinan saya sendiri. Malu rasanya. 

Dari segala pertanyaan dan galaunya saya, entah kenapa saya selalu bisa kembali merasa nyaman dengan keyakinan saya sekarang. Saya belum tahu ini adalah keyakinan yang paling benar atau bukan (karena saya tidak ingin men-judge bahwa keyakinan lain adalah kurang benar), tapi yang saya yakini sekarang, saya nyaman dan senang dengan keyakinan ini. Saya rasa Islam adalah agama yang “Pas” untuk saya. Yap itulah kesimpulan dari pencarian saya sampai saat ini. 👏😎

Dan alhamdulillah, sore ini saya kembali bisa menatap langit sore yang suka saya pandangi sehabis belanja dari warung (ehehe sok romantis ini 💕).
Malam ini malam pertama Ramadhan saya di negeri ini. Saya pikir awalnya, bahwa Ramadhan disini rasanya akan berbeda dengan Ramadhan di negeri sendiri. Ya, memang beda suasananya. Tapi ada satu rasa yang saya selalu rasakan di setiap Ramadhan. Saya tidak tahu apa itu pastinya. Rasanya “Hawa” Ramadhan berbeda dengan hawa bulan lainnya. “Hawa” malam ini dengan hawa malam kemarin sungguh terasa berbeda buat saya. Entah apakah itu semacam perasaan euforia belaka, atau lainnya. Entahlah :))

Yang pasti, spirit Ramadhan saya harus kuat tahun ini!!! Pasti akan banyak godaan dan tantangan, tapi ayo kita coba lewati jembatan tantangan itu, dan tersenyum di ujungnya. Itulah nikmatnya Ramadhan. Yoshhh!!!

Buat sess Lusi dan teman-teman disana, salam hangat Ramadhan dari Jepang ya.
Isna memohon maaf lahir dan bathin. Semoga diberi keberkahan di bulan Ramadhan dan bisa bertemu dengan Hari Raya Suci tahun ini. Amin 😊

BaiBai…. Ayo siapin mukena sama sajadahnya buat tarweh ya (≧∇≦)

Edisi Spesiyal menyambut RAMADHAN


Tulisan ini didekasikan atas permintaan sahabat sekaligus teman makan bakso saya (hehe ✌️)

Sahabat, alhamdulillah ya, kita masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk bersua lagi dengan Ramadhan. Bulan yang kami tunggu-tunggu tiap tahun.

Sahabat, hampir 10 bulan saya “mencicip” hidup di negara orang. Negara yang saya impikan dari usia SD. Namun, betapa sebenarnya mendapatkan kesempatan untuk hidup sementara disini, ternyata bukanlah hanya kenikmatan belaka yang saya rasakan.

Belajar di negara orang, sebagai minoritas, banyak tantangan dan cobaan.
Mulai dari budaya yang jauh sangat beda, sampai pada tantangan dimana saya mempertanyakan keyakinan saya. Jujur, seriiiing sekali saya mempertanyakan, apakah keyakinan saya adalah keyakinan yang paling benar?

Beragam kelas dan dialog dengan teman-teman, baik dari sesama maupun beda keyakinan. Dari pertanyaan-pertanyaan sensei dan teman kepada saya, saya sering harus memutar otak keras, berusah mencari jawaban yang paling memuaskan untuk mereka dan tentunya jawaban yang jujur sebenar-benarnya.

Dari situ saya belajar. Awalnya saya belajar karena saya malu tidak bisa menjawab ketika ditanya mengenai keyakinan saya sendiri. Akhirnya saya sambil refleksi diri. Ternyata buanyaaaaaaaak sekali ilmu yang saya tidak ketahui, bahkan tentang keyakinan saya sendiri. Malu rasanya.

Dari segala pertanyaan dan galaunya saya, entah kenapa saya selalu bisa kembali merasa nyaman dengan keyakinan saya sekarang. Saya belum tahu ini adalah keyakinan yang paling benar atau bukan (karena saya tidak ingin men-judge bahwa keyakinan lain adalah kurang benar), tapi yang saya yakini sekarang, saya nyaman dan senang dengan keyakinan ini. Saya rasa Islam adalah agama yang “Pas” untuk saya. Yap itulah kesimpulan dari pencarian saya sampai saat ini. 👏😎

Dan alhamdulillah, sore ini saya kembali bisa menatap langit sore yang suka saya pandangi sehabis belanja dari warung (ehehe sok romantis ini 💕).
Malam ini malam pertama Ramadhan saya di negeri ini. Saya pikir awalnya, bahwa Ramadhan disini rasanya akan berbeda dengan Ramadhan di negeri sendiri. Ya, memang beda suasananya. Tapi ada satu rasa yang saya selalu rasakan di setiap Ramadhan. Saya tidak tahu apa itu pastinya. Rasanya “Hawa” Ramadhan berbeda dengan hawa bulan lainnya. “Hawa” malam ini dengan hawa malam kemarin sungguh terasa berbeda buat saya. Entah apakah itu semacam perasaan euforia belaka, atau lainnya. Entahlah :))

Yang pasti, spirit Ramadhan saya harus kuat tahun ini!!! Pasti akan banyak godaan dan tantangan, tapi ayo kita coba lewati jembatan tantangan itu, dan tersenyum di ujungnya. Itulah nikmatnya Ramadhan. Yoshhh!!!

Buat sess Lusi dan teman-teman disana, salam hangat Ramadhan dari Jepang ya.
Isna memohon maaf lahir dan bathin. Semoga diberi keberkahan di bulan Ramadhan dan bisa bertemu dengan Hari Raya Suci tahun ini. Amin 😊

BaiBai…. Ayo siapin mukena sama sajadahnya buat tarweh ya (≧∇≦)

Fams. Love.

Baru sadar, ketika dikirimi foto-foto ini oleh Mbak saya.
Bahwa keluarga kami sudah mulai bertumbuh. Saya bahkan pernah lupa seperti apa senyum lepas Bapak dan Ibu. Dan saya lihat senyum itu lagi di foto ini.

Kenzie.
Satu bagian dari keluarga kami.
Alasan dari senyum lepas Bapak dan Ibuk saya.

Kini keluarga inti kami bukan 5 orang lagi. Kini keluarga kami sedang bertumbuh.

Dear Allah SWT, thank you for everything. Please keep my family healthy and in safety. Amiin 😊

Homesick

I am about to cry. Now I am sitting down in a very very silent silent library. Tomorrow I have an exam. Japanese Language.

In front of me, a bunch of paper and a red Japanese Textbook.

My mind is blank.

Remembering what time now in my hometown.
I checked my watch, 9.54 pm.
So its about 8 pm in my hometown now.

8 pm.
I recall my habit back then.
Usually at this time, I rode my motorcycle. Go back to home from a happy school life and busy work I had in university.

Sometimes in my way to home, I will stop by in a “Martabak Manis” stall and order one big portion with banana, chocolate and cheese inside. My mind always think, what a nice feeling if I can eat this “Martabak Manis” with my Ibu, Bapak and my Mamaduk. Oh no, I will order two since I will bring it to my grandma who live next door. Yep, that was what I usually do.

After that, I will continue riding my motorcycle.

Passing the paddiesfield. Feeling its cold wind breeze. Inhale its weird smell. But I love it all. I love all of this memories

84 days more to go!

Yossshh!!